MAWAPRES
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Mahasiswa
Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan
Tahun 2015
A. Pengertian
Karya tulis Ilmiah yang dimaksud
dalam pedoman ini merupakan tulisan ilmiah hasil dari kajian pustaka dari
sumber terpercaya yang berisi solusi kreatif dari permasalahan yang
dianalisis secara runtut dan tajam, serta diakhiri dengan kesimpulan yang
relevan.
B. Topik Tulisan
Cakupan tulisan sesuai
prestasi/kemampuan yang diunggulkan. Karya tulis dapat berbeda dari program
studi yang ditekuni oleh calon mahasiswa.
Berikut ini beberapa alternatif
contoh topik yang dapat dijadikan acuan:
1.
Kebudayaan Indonesia
2.
Harmoni Sosial, Keberagaman dan Integrasi Bangsa
3.
Hak Azasi Manusia
4.
Penanggulangan Kemiskinan
5.
Pengembangan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar
6.
Entrepreneur atau Technopreneur
7.
Iklim Investasi dan Dunia Usaha
8.
Energi Terbarukan
9.
Masyarakat Ekonomi ASEAN
10.
Kepemimpinan dan Demokrasi
11.
Ketahanan Pangan
12.
Pendidikan dan Generasi Emas Indonesia
13.
Kreativitas dan Inovasi teknologi
14.
Lingkungan Hidup (Indonesia Hijau) dan Pengelolaan Bencana
15.
Menuju Indonesia Sehat dan Sejahtera
16.
Anti korupsi atau penegakan hukum
17.
Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi
C. Sifat dan Isi Tulisan
Sifat dan isi tulisan harus
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut;
1. Kreatif dan Objektif
a. Tulisan berisi gagasan yang
kreatif untuk memberikan solusi suatu permasalahan yang berkembang di
masyarakat yang merupakan hasil pemikiran secara divergen atau pemikiran yang
terbuka dan komprehensif.
b. Tulisan tidak bersifat emosional
atau tidak menonjolkan permasalahan subjektif.
c. Tulisan didukung oleh data dan
atau informasi dari sumber terpercaya.
d. Bersifat asli (bukan karya
jiplakan).
2. Logis dan Sistematis
a. Tiap langkah penulisan dirancang
secara sistematis dan runtut.
b. Pada dasarnya karya tulis ilmiah
memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis-sintesis, simpulan dan
rekomendasi.
3. Isi karya tulis ilmiah berupa
gagasan atau hasil kajian pustaka.
4. Isi karya tulis ilmiah tidak
harus sejalan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni mahasiswa.
5. Isi karya tulis ilmiah merupakan
isu mutakhir.
6.
Karya tulis ilmiah belum pernah diikutsertakan dalam lomba karya
tulis pada tingkat manapun kecuali pada rangkaian pemilihan Mahasiswa
Berprestasi.
D. Dosen Pendamping
Penulisan karya tulis ilmiah
dianjurkan untuk didampingi oleh dosen pendamping, namun tetap menjaga keaslian
pemikiran/ gagasan mahasiswa.
E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan berisi
rancangan yang teratur sebagai berikut.
1.
Bagian Awal (Mengacu pada PKM AI/GT)
a. Halaman
Judul (huruf kapital, mencantumkan nama penulis, nomor induk mahasiswa,
perguruan tinggi asal dan logonya).
b. Lembar
Pengesahan (memuat judul, nama penulis, dan nomor induk mahasiswa) ditandatangani
oleh Dosen Pembimbing (yang memiliki NIDN), dan pimpinan perguruan tinggi
bidang kemahasiswaan lengkap dengan stempel perguruan tinggi, dan diberi
tanggal sesuai dengan hari pengesahan
c. Kata
Pengantar dari penulis.
d. Daftar isi
dan daftar lain yang diperlukan seperti daftar gambar, daftar tabel, dan daftar
lampiran.
e.
Ringkasan terdiri atas 500–750 kata ditulis dalam Bahasa
Inggris/asing yang ditulis pada lembar terpisah untuk keperluan
penilaian kemampuan berbahasa Inggris/asing.
2. Bagian Inti
a.
Pendahuluan
Bagian
Pendahuluan berisi latar belakang dan perumusan masalah, uraian singkat
mengenai gagasan kreatif yang ingin disampaikan, tujuan dan manfaat yang ingin
dicapai melalui penulisan serta metode studi pustaka yang dilakukan.
b.
Telaah Pustaka
Telaah Pustaka berisi uraian yang menunjukkan
landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang dikaji,
uraian mengenai pendapat yang berkaitan dengan masalah yang dikaji, uraian
mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan.
c.
Analisis dan Sintesis
Bagian
ini berisi analisis-sintesis permasalahan yang didasarkan pada data dan atau
informasi serta telaah pustaka untuk menghasilkan alternatif model penyelesaian
masalah (solusi) atau gagasan yang kreatif.
d.
Simpulan dan Rekomendasi
Simpulan
harus konsisten dengan analisis dan sintesis pada pem-bahasan serta menjawab
tujuan. Rekomendasi yang disampaikan berupa alternatif pemikiran atau prediksi
transfer gagasan dan diseminasi gagasan atau adopsi gagasan oleh masyarakat.
3.
Bagian Akhir
Bagian akhir memuat daftar
pustaka dan lampiran jika diperlukan.
F. Tatacara Penulisan
1. Jumlah
halaman minimal 15 halaman dan maksimal 20 halaman, menggunakan Bahasa
Indonesia baku.
2. Naskah
diketik 1,5 spasi dengan menggunakan jenis dan ukuran huruf “Times New Roman
12”, kecuali untuk ringkasan diketik satu spasi. Batas pengetikan: samping kiri
4 cm, samping kanan 3 cm, batas atas 4 cm, dan batas bawah 3 cm.
3. Jarak
pengetikan antara Bab dan Sub-bab 3 spasi, Sub-bab dan kalimat di bawahnya 1,5
spasi.
4. Judul Bab
diketik di tengah-tengah dengan huruf besar dan dengan jarak 4 cm dari tepi
atas tanpa garis bawah. Judul Sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri, huruf
pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (huruf kapital), kecuali
kata-kata tugas, seperti yang, dari, dan. Judul anak Sub-bab ditulis mulai dari
sebelah kiri dengan indensi 1 (satu) cm diberi garis bawah. Huruf pertama
setiap kata ditulis dengan huruf besar (huruf kapital), kecuali kata-kata
tugas, seperti yang, dari, dan. Jika masih ada subjudul dalam tingkatan yang
lebih rendah, ditulis seperti pada butir (3) di atas, lalu diikuti oleh kalimat
berikutnya.
5. Alinea baru
diketik sebaris dengan baris di atasnya dengan jarak 2 spasi. Pengetikan
kutipan langsung yang lebih dari 3 baris diketik 1 (satu) spasi menjorok ke
dalam dan semuanya tanpa diberi tanda petik.
6.
Penulisan Halaman
a. Bagian
pendahuluan yang meliputi halaman judul, lembar pengesahan, kata pengantar, dan
daftar isi memakai angka romawi kecil dan diketik sebelah kanan bawah (i, ii,
dan seterusnya);
b. Bagian
tubuh/pokok sampai dengan bagian penutup memakai angka arab dan diketik dengan
jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas (1, 2, 3, dan seterusnya);
c.
Nomor halaman pertama dari tiap Bab tidak ditulis tetapi tetap
dihitung.
7.
Pemakaian huruf, tanda baca dan penulisan kata mengikuti Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
8.
Tata Bahasa
a. Fungsi tata
bahasa digunakan dengan taat asas dan tegas sehingga subjek dan predikat harus
selalu ada;
b. Penggunaan
ejaan dan istilah resmi;
c.
Bahasa yang digunakan bersih dari unsur dialek daerah, variasi
bahasa Indonesia, dan bahasa asing yang belum dianggap sebagai unsur bahasa
Indonesia, kecuali untuk istilah bidang ilmu tertentu.
9.
Daftar Pustaka
a.
Penulisan daftar pustaka untuk buku dimulai dengan menulis nama
pengarang, tahun penerbitan, judul buku, tempat terbit, nama penerbit, dan
nomor halaman.
b.
Penulisan daftar pustaka untuk jurnal dimulai dengan nama penulis,
tahun, judul tulisan, nama jurnal, volume, dan nomor halaman.
Komentar
Posting Komentar